Publikasi
Ratusan Pemagang di Jepang Meminati Agrobisnis sebagai Pilihan Realistis Wirausaha di Indonesia PDF Print E-mail

 

Ratusan Pemagang di Jepang Meminati Agrobisnis sebagai Pilihan Realistis Wirausaha di Indonesia


 

Pelatihan wirausaha tatap muka secara periodik yang telah dimulai sejak lebih 2 tahun lalu di berbagai kota di Jepang terus berlanjut, kali ini bertempat di Nagoya dan Toyota City di Jepang dilaksanakan dilaksanakan selama 2 hari (PWEP-2Days) berturut pada tanggal 27 sampai 28 Maret 2010. Tema yang diangkat kali ini adalah Agrobisnis dan Peternakan Sebagai Pilihan Realistis Wirauasaha di Indonesia. Program ini terlaksana atas kerjasama Working Group for Technology Transfer Japan (http://wgtt.org/) dengan Vuteq Corp. Japan, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komsat Nagoya dan Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia Jepang (IPTIJ), didukung oleh PT Mitra Tani Agro Unggul – PT MAU Indonesia dan Bank Negra Indonesia Cabang Tokyo (BNI Tokyo). PWEP yang diikuti oleh total 167 orang, terdiri dari 45 orang di Nagoya, 80 orang di Toyota dan 41 orang di klas online. PWEP ini disponsi oleh Bank Indonesia - Perwakilan Tokyo (BI Tokyo), BNI Tokyo, IMM Japan, Garuda Indonesia dan Exata Kabushikigaisha.

 

Pelaksanaan PWEP kali ini lebih difokuskan ke workshop, dengan pola pelaksanaan tatap muka bertempat di Kampus Nagoya University pada tgl 27 Maret 2010) dan dilanjutkan tatap muka di gedung Vutec Toyota hari berikutnya tgl 28 Maret 2010), dan dilanjutkan pada malam harinya presentasi/diskusi online melalui salah satu portal wgtt yaitu http://webinar2010.com. Dibuka dengan sambutan oleh Direktur IMM Japan, Mr. Nishizaki, menyampaikan pesan bahwa kemandirian masing-masing pemangang ketika kembali ke Indonesia setelah mengikuti program magang 3 tahun di Jepang merupakan harapan pemerintah dan pihak swasta Jepang. Sedangkan hari kedua dimulai dengan sambutan direktur Vuteq Corp. Japan, Mr. Ishibushi, menyampaikan pesan bahwa teknologi industri harus dimanfaatkan oleh setiap bisnisman sehingga teknologi itu akan terus dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produksi. Workshop PWEP diawali presentasi dari team WGTT untuk penyamaan persepsi dan tujuan workshop serta pemaparan konsep iBET (business (b) sebagai target rill, education (e) sebagai metodologi berproses, technology (t) sebagai standard, dan innovative human (i) sebagai sumbu penyambung ketiga komponen tersebut) dengan harapan bisnis yang akan digeluti oleh peminat tidak hanya berdasarkan naluri, mengikuti trend sesaat, dan semangat semata, melainkan dengan dukungan edukasi dan teknologi. Sekaligus memberikan gambaran kepada mereka peluang-peluang & potensi untuk dijadikan ladang berwirausaha, dengan harapan kesungguhan menyiapkan diri dan menentukan jenis usaha yang akan diambil sebelum pulang kembali ke tanah air. Selama 2 tahun program PWEP dirancang untuk penggalian minat bisnis dan perubahan mindset, bahwa wirausaha dan investasi adalah pilihan realistis disamping kesempatan kerja sebagai pegawai. Mulai tahun 2010 ini, program PWEP akan diarahkan ke kondisi workshop inkubator bisnis dan real pendampingan praktis di sektor agrobinis sehingga kemitraan bisnis bisa terbangun untuk alumni pemagang Jepang berdasarkan konsep iBET WGTT baik skala kecil maupun menengah di Indoneisa.

 

Peserta, yang berusia muda yang berasal dari berbagai pelosok daerah dan pedesaan di Indonesia, semakin bersemangat dan penasaran ketika acara inti mulai dibawakan oleh team PT MAU, Bpk Benny A. Kusbini, Bpk. Dadi Sudiana, dan Bpk. Jajat Sudrajat. Peserta dipancing untuk berpikir tentang falsafah dan wawasan kewirausahaan yang telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi di negara-negara maju sampai saat ini. Fakta lapangan, potensi, peluang dan tantangan berwirausaha dalam bidang usaha diramu dengan sangat menarik secara lugas dengan menampilkan angka-angka statistik fokus kepada. ternak sapi perah (susu sapi), ternak ayam potong, budidaya cabai, dan budidaya jagung pipil. Peserta terbawa suasana PWEP yang terlah berubah menjadi ajang workshop ketika narasumber mulai membuka rahasia bisnis ini satu per satu, mulai dari analisa penyiapan sapi perah sampai analisa usaha tanam jagung dan faktor utama keberhasilan budidaya cabe merah besar. Narasumber menjelaskan setiap fase yang dilalui dalam berbisnis agro ini temasuk analisa pasar, menentukan target, penjadwalan,aliran kegiatan, analisa chasflow, perhitungan panen, hambatan dan resiko setiap fase. Khusus untuk sapi perah, narasumber menunjukkan fakta analisa untuk unit 10 ekor sapi, mulai dari jenis sapi, perbandingan sapi lokal dan sapi impor, pembelian sapi bunting, dan anlisa detil setelah sapi melahirkan, perhitungan laba rugi, serta cara pemerahan susu sapi. Fakta pasar bahwa bisnis ini telah menjadi rebutan karena dengan teknologi sederhana akan sangat menguntungkan.

 

Pemaparan tentang bisnis ayam potong, peserta diajak berhitung analsia biaya untuk unit 5000 ekor, menghitung investasi, analisa usaha termasuk sewa lahan, ukuran kandang, gudang pakan, peralatan yang dibutuhkan, dan penyiapan vaksin serta obat-obatan untuk ayam. Suasana PWEP di Nagoya, Toyota dan di webinar semakin menarik dimana peserta tidak beranjak dari tempatnya, ketika diskusi dilanjutkan dengan materi cabe merah besar dan budidaya jagung pipil, yang penuh tantangan dan potensi pasar di berbagai negara.

 

Peserta tidak sungkan berkontribusi dengan berbagai pertanyaan dan komentar, antara lain bagaimana membuka lahan di daerah sendiri serta faktor transportasi dalam negeri dan peluang ekspor. Khusus untuk peserta di Nagoya, pembekalan teknis penulisan proposal bisnis disampaikan oleh Bapak Firman Wibowo dari BNI Tokyo dengan harapan peserta mampu menuangkan minatnya masing-masing dalam bentuk plan tertulis serta perhitungan biaya memakai excel program.

 

Peserta diminta menyiapkan mental dan teknis serta pendanaan untuk memulai dan bergabung dalam kemitraan atau dalam koperasi yang sudah ada untuk setiap jenis agrobisnis. PT MAU juga membuka peluang keikutsertaan peserta secara individu maupun berkelompok dalam sektor agrobisnis yang diminati. PWEP ini ditutup oleh Bpk Benny Kusbini di dunia maya dengan pesan, setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mampu melihat gambaran dan fakta agrobisnis serta tidak ragu-ragu membangun kemandirian dan kemitraan di tanah air.

 

Di release oleh: Working Group for Technology Transfer (http://wgtt.org/)

Fauzy Ammari, Dodik Kurniawan, dan Fatiyah Basrahil

Last Updated on Wednesday, 31 March 2010 22:40
 
Buku 2 WGTT PDF Print E-mail
Cover
Last Updated on Friday, 29 August 2008 00:53
Read more...
 
Buku 1 WGTT PDF Print E-mail
Cover
Last Updated on Monday, 25 August 2008 10:50
Read more...